Friday, 1 September 2017

Istri yang Butuh Me Time

Assalamu'alaikum

Akhir bulan Agustus yang lalu, saya pergi ke Malaysia dengan dua orang teman, Suci Utami dan Nalia Rifika alias Apika. Ini perdana saya pergi keluar rumah, menginap, keluar negeri, sama teman-teman, bukan sama suami. Apa rasanya? Happy-lah pastinya. Melakukan kegiatan yang belum pernah dilakuin sebelumnya.


Sebenarnya saya juga mendadak merencanakan perjalanan ini. Awalnya Suci dan Apika yang terlebih dulu janjian untuk ke Kuala Lumpur berdua. Tapi mendengar kabar mereka mau pergi ke Kuala Lumpur tanpa suami-suami kok seru ya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk meminta izin, dan Alhamdulillah dibolehin. Ishhh, berasa jadi gadis mau jalan-jalan sama teman-temannya.

Perjalanan ini cukup singkat, hanya menginap satu malam saja. Tapi buat kami, itu pun sudah cukup untuk bisa keluar dari rutinitas kami sehari-hari.

Jum'at, 25 Agustus 2017
Perjalanan ini dimulai dari dini hari, bahkan dari sebelum Subuh. Kami berangkat dengan memakai maskapai Air Asia, Rp 1.500.000 untuk biaya pulang perginya. Saya memilih maskapai ini karena Suci dan Apika sudah booking terlebih dahulu, jadi saya ikut-ikut saja. Untuk berangkat, no bagasi dan dengan makan. Untuk pulang, dengan bagasi dan tanpa makan. Jadwal keberangkatan pukul 05.30. Dari malam kita bertiga sudah tidak sabar untuk liburan bareng. Jam 23.00 masih saja chattingan. Jam 03.00 pagi saya sudah bangun dan 03.30 sudah berangkat ke bandara dengan diantar suami tercinta.



Alhamdulillah, tidak ada adegan aneh-aneh selama perjalanan ke Kuala Lumpur ini. Semua berjalan dengan smooth. Cuma harus antri agak panjang ketika sampai di imigrasi Malaysia. Berasa mau umroh antriannya :D

Setelah urusan imigrasi selesai, kami langsung memesan taksi untuk selanjutnya menuju hotel tempat kami menginap. Untuk urusan pesan memesan taksi, saya serahin ke Suci. Jujur saja, saya tidak tahu proses order taksi dari bandara ke tempat tujuan karena selama saya ke Kuala Lumpur selalu dijemput kakak ipar atau teman dekat saya. Dapat ilmu baru deh jadinya.

Kami menginap di Wolo Hotel, yang terletak di pertigaan Jalan Bukit Bintang. Kami memang memilih hotel yang lokasinya strategis, dekat dengan mall-mall yang memang jadi incaran kami semenjak dari Jakarta. Tujuan jalan-jalan ini memang lebih kepada window shopping ke mall-mall kece di Kuala Lumpur. Setelah urusan titip koper di hotel selesai, kami langsung ke lokasi pertama, Pavilion. Oia, yang serunya lagi, Apika buka jastip untu make up dan skincare. Karena harga-harga di Kuala Lumpur memang lebih murah dibanding di Jakarta. Jadi di Pavilion ini kami ke beberapa toko kosmetik dan drugstore untuk melihat-lihat harga yang mau dibuat jastip tersebut. Haha... Sepanjang perjalanan Apika sibuk banget foto-fotoin harganya, umumin harga jastip di instagramnya dan menunggu orderan. Sementara saya dan Suci kayaknya lebih ke menemani keliling-keliling saja.



Waktunya makan siang, pilihan kami jatuh ke Nando's. Favorit kita semua ketika di Kuala Lumpur. Dan ada info baru lagi nih. Restoran yang tadinya berada di ground floornya Pavilion Mall sudah pindah ke jalan penyambung Farenheit dan Pavilion. Sudah kelaparan dan pas tahu Nando'snya udah ngga ada di situ tuh jadi hampir hilang arah. Halah... Tapi berkat nanya-nanya petugas di sana, akhirnya kita berhasil menemui lokasi baru Nando's di Pavilion ini.



Lagi-lagi, saya kurang paham urusan detail makanan. Jadi saya pilih aja mirip menu Suci tapi pakai kentang goreng. Dan seketika suasana jadi sunyi senyap ketika makanan datang karena kami sudah kayak orang kelaparan. Haha...

Selesai makan, kami balik ke hotel untuk masuk ke kamar hotel. Karena tadi pagi kami belum boleh masuk karena memang belum jamnya check in, jadi hanya titip koper saja. Sesampainya di hotel, kami pun mandi-mandi untuk selanjutnya ke mall berikutnya, yaitu KLCC, untuk anterin Apika ke toko-toko (lagi) dan foto-foto sekitaran twin tower. Dan kali ini kita semua lagi pakai #kivitzlimitedscarf dari KIVITZ.


Malamnya kami diajak Suci bernostalgia ke daerah Sunway, tempat Suci dan suaminya dulu sempat tinggal. Kali ini kita pilih naik MRT. Seru juga keliling-keliling pakai ini. Sambil nyobain transportasi massal yang juga akan dibuat di Jakarta. Untuk makan malam kita pilih Sushi Zanmai yang katanya rasanya lebih enak dari Sushi Tei. Lagi-lagi, lidah ini memang ngga peka sama makanan. Jadi menurut saya rasanya sama saja. Haha, dasar ngga doyan makan, begini nih!

Pulang-pulang sudah tengah malam, dan badan ibu-ibu ini tidak seperti dulu. Mulai pegel-pegel. Yah, langsung berasa tua hahaha.... Tapi sebelum pulang dari mall, kita beli samyang untuk challenge di hotel. Mau tau siapa pemenangnya? Yah, saya dong. (Hahaha... Ceritanya bangga) Ketika setiap makanan saya jarang banget abis, giliran makan samyang, abis duluan dan ngga kepedesan. Tepuk tangan buat sayaaa....

Sabtu, 26 Agustus 2017
Hari berikutnya, kita ngga banyak foto-foto. Karena dari mulai bangun saja sudah telat, belum beres-beres untuk check out, belum pula beli jastipnya Apika. Hahaha. Jadilah hari terkakhir kita lebih banyak jalan keliling, paling cuma instastory doang yang ngga pernah ketinggalan.

Pentingnya Me Time untuk Istri dan Ibu

Ayooo, adakah di sini yang lagi perlu me time? Menurut saya, me time itu sangat penting. Mengabaikan kebutuhan ini hanya akan menjadi bom waktu. Tidak ada salahnya kita sebagai wanita, baik menjadi istri, ibu, karyawan, memanjakan diri atau menikmati kesendirian, terbebas dari rutinitas sehari-hari mengurus suami atau anak-anak. Kalau hal ini diabaikan bisa menyebabkan stres, uring-uringan, atau pun memasang muka cemberut kepada suami. Dan paling fatal adalah mengalami depresi.

Dibanding ibu yang bekerja, yang masih keluar rumah dan bertemu teman-temannya, jalan-jalan, dan melakukan pekerjaan yang disenangi, ibu penuh waktu atau full-time mom atau stay-at-home mom, lebih membutuhkan me time. Mereka bisa dikatakan 24 jam sehari, 7 hari seminggu, menghadapi anak-anak, lengkap dengan segala problematikanya.

Butuh me time bukan berarti mengesampingkan kodrat kita sebagai seorang istri atau ibu. Ini hanya sebentuk penyeimbang agar si istri atau ibu juga terpenuhi kebutuhannya. Kebutuhan untuk beristirahat dan menyegarkan diri agar kembali bersemangat menjalani rutinitas. Orang kantoran saja butuh waktu libur, kenapa istri atau ibu rumah tangga tidak?

Istri dan ibu yang sehat secara psikologis, tidak stres, bahagia, tentu akan membuat seluruh keluarga ikut berbahagia. Hubungan suami dan istri, atau hubungan antara ibu dan anak juga akan bahagia. So, jangan takut untuk meminta me time ke suami kita. Dan me time tidak harus ke luar negeri. Bisa dengan ke salon, atau belanja ke mall seorang diri. Suami yang baik pasti paham hal ini.




Sampai ketemu di me time selanjutnya Suci dan Apika :*

Wassalamu'alaikum

Saturday, 19 August 2017

Enjoy Jakarta!

Assalamu'alaikum

Hari ini saya lagi 'random' sekali pikirannya. Dan saya mau sharing tentang tinggal dan menjalani hidup di Ibukota Negara Republik Indonesia. Anw, Dirgahayu Republik Indonesia ke-72!

Menjalani hidup di Jakarta, buat saya susah susah gampang. Jakarta yang bisa dibilang menjadi pusat kehidupan di Indonesia, menjadi daya tarik setiap orang untuk bisa tinggal dan mencari pekerjaan di sini. Beruntungnya, orang tua saya sudah lama hijrah ke Jakarta. Hal ini semakin mempermudah saya dalam mengembangkan segala potensi yang saya miliki.

Sebelum akhirnya saya memutuskan untuk berbisnis setelah lulus dari Administrasi Niaga FISIP UI 2010 yang lalu, saya pernah mengalami namanya bermacet-macetan di Ibukota Jakarta tercinta ini.

Waktu itu saya sedang menyelesaikan program magang di salah satu bank syariah di daerah Sudirman. Jadi mau tidak saya harus bolak balik Depok - Sudirman setiap hari. Hal ini makin meyakinkan saya kalau profesi saya nanti tidak berada dalam rutinitas ke kantor, apalagi yang lokasinya nan jauh di sana. Oh No... Bisa dibayangkan? Saya harus berangkat pukul 05.30 dan sampai rumah 19.30 setiap harinya. Padahal waktu itu masih tahun 2009, tapi macetnya Jakarta sudah bikin pusing. Apalagi saat ini, ya kan? Saya merasa waktu saya habis di jalan dan saya tidak bisa mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Kurang lebih bisa menghabiskan waktu 3 jam untuk sekali perjalanan. Hufffttt...

Tapi sekarang kondisinya jauh berbeda dan saya sangat mengsyukuri pekerjaan saya sekarang ini, sebagai fashion designer dan business owner dari salah satu brand busana muslim. Buat saya, kita bebas memilih profesi kita, kita bebas menentukan masa depan kita, tanpa terpaku kalau mau jadi orang sukses harus jadi pekerja di Sudirman.. Haha... Itu mind set saya dan teman-teman kuliah saya pada jamannya. Mungkin bisa dibilang kita harus bisa menjadi Hidup Tanpa Batas. Tidak ada halangan yang berarti untuk mengembangkan potensi yang kita milki untuk bisa bermanfaat buat orang banyak. Itulah salah satu alasan mengapa saya memutuskan untuk menjadi business owner saja.



Akhir-akhir ini, saya sangat tertolong sekali dengan adanya aplikasi GO-JEK. Sejak tahun 2015 saya menjadi user dan menjadi pelanggan setia aplikasi ini. Selalu ada yang baru dan semuanya itu sangat terasa sekali manfaatnya buat saya, di tengah padatnya mobilitas saya sehari-hari. Kayanya tiada hari tanpa buka aplikasi GO-JEK. Kamu gitu juga ga sih?


Di sini saya mau sharing mengenai servis apa yang biasa saya pakai di aplikasi GO-JEK ini. Servis yang sering saya pakai adalah:
  1. GO-RIDE. Kalau cuma ke kantor KIVITZ saja sih saya biasanya pakai ini karena jaraknya yang hanya sekitar 4 km dari rumah tinggal saya. Itu pun kalau suami saya lagi ada urusan lain, jadi saya harus ke kantor sendiri.
  2. GO-CAR. Kalau sudah harus pergi-pergi jauh ke Jakarta untuk meeting atau cuma sekedar hang out dengan teman di mall, saya pasti langsung order GO-CAR. Bahkan sampai sekarang saya belum merekrut driver pribadi. Karena buat saya, toh sudah ada GO-CAR yang sangat helpful, jadi buat apa hire tenaga baru lagi.
  3. GO-FOOD. Siapa sih yang ngga suka jajan? Kayaknya hampir setiap minggu saya order makanan via GO-FOOD karena kita tidka perlu antri. Tinggal menunggu di rumah dan orderan kita sampai.
  4. GO-SEND. Biasanya saya pakai ini untuk kirim dokumen penting yang harus sampai hari itu juga, kirim barang ke butik saya yang ada di Bintaro, sampai kirim barang yang suka ketinggalan di rumah.
  5. GO-MART. Karena rumah saya berada di dalam townhouse dan kalau mau belanja dengan jalan kaki agak jauh, jadi mengandalkan GO-MART untuk belanja-belanja kebutuhan rumah tangga atau jajan minuman segar di minimart.
  6. GO-BOX. Lumayan sering juga saya pakai GO-BOX ini. Misalnya untuk keperluan pameran atau bazar KIVITZ. Bahkan pernah sekali pakai GO-BOX untuk membawa barang belanjaan dari IKEA.
  7. GO-CLEAN. Untuk GO-CLEAN saya juga pernah tulis pengalaman saya menggunakan jasa membersihkan rumah ini di sini. Kadang kalu lagi capai dan tidak sempat bersih-bersih rumah, saya tinggal order GO-CLEAN saja.
  8. GO-GLAM. Jasa kecantikan ini pun juga pernah. Saya pakai beberapa kali dan sempat juga menuliskan pengalaman saya memakai jasa GO-GLAM untuk creambath, manicure, dan padicure. Klik link ini untuk artikel lengkapnya.

Habis dijabarkan seperti ini, ternyata banyak juga ya hidup saya bergantung di aplikasi GO-JEK ini. Hihihi... Lebih dari setengah service yang GO-JEK tawarkan saya pakai semua untuk membantu aktivitas saya sehari-hari. Kamu gitu juga ngga sih?? Yuk, boleh banget ceritakan apa yang kamu rasain setelah datangnya aplikasi ini di tengah-tengah kita :)

Alhamdulillah, kalau saya, setelah pakai aplikasi GO-JEK, waktu yang tadinya digunakan untuk mengerjakan banyak pekerjaan, sekarang bisa dimanfaatkan untuk melakukan hal yang lebih urgent lainnya, dan bisa fokus pada hal pengembangan bisnis busana muslim saya, KIVITZ. Dengan GO-JEK saya bisa melakukan banyak hal sekaligus tanpa harus beranjak dari tempatnya. Nikmati Hidup Tanpa Batas, dengan satu aplikasi untuk berbagai macam kebutuhan. Thank you, GO-JEK Indonesia! Inovasi yang luar biasa dari anak negeri :)

Terima kasih juga buat teman-teman yang sudah baca blog saya. Semoga bisa diambil manfaatnya. See you on my next posting!

Wassalamu'alaikum

Thursday, 17 August 2017

Fitri Aulia's Fashion Tips | Hijab Tutorial 1

Assalamu'alaikum

Finally, saya ada waktu untuk bikin hijab tutorial yang biasa ditanyakan setiap saya upload foto di instagram. Kayak diteror rasanya setiap upload foto yang ditanya malah tutorial hijabnya. Hahaha... Tapi tenang! Ini merupakan tutorial yang biasa saya pakai sehari-hari, sangat simple, ngga perlu waktu lama, dan tetap syar'i dan juga stylish.

Next video, saya akan bikin tutorial dengan gaya yang berbeda pastinya. Boleh banget kalau kamu punya request gaya hijab yang ada di foto Instagram saya yang mana, boleh banget komen di foto tersebut.

Cara pakai hijab di video kali ini memang tergolong biasa banget. Ya, biasa banget. Kayak anak-anak madrasah jaman bahela. Tapi entah kenapa masih aja ada yang tanya. Jadi sebaiknya jangan berekspetasi terlalu tinggi untuk video tutorial ini. Tapi kamu harus tonton sih karena di video ini saya kasih tau tips and triknya agar hijab kita tetap rapi, ngga pletat pletot (apa sih :D), dan tetap syar'i walau mengenakan hijab segiempat ukuran 110 x 110 cm. So, langsung aja buat yang penasaran dan yang suka teror saya di Instagram, ini dia video:


in frame: #kivitzlimitedscarf by KIVITZ

Kalau mau lihat motif hijab yang lain, silahkan mampir ke webstore KIVITZ di sini (tinggal klik saja ya :))

Wassalamu'alaikum

Kenapa harus Iphone?

Assalamu'alaikum

Pagi ini saya sedikit ngga mood, dan berujung pada mood seharian yang ngga baik. Hufftt... Jadi ceritanya, dini hari tadi alarm HP saya bunyi. Dan tidak seperti biasanya, HP saya malam itu ngga di samping lemari kecil samping tempat tidur, tapi ada di lemari di depan tempat tidur saya. Begitu alarmnya bunyi, saya bangun, mematikannya, dan meletakkannya di lemari kecil itu. Tapi entah kenapa apa, HP-nya jatuh dengan bagian layar yang menghadap ke bawah. Karena saya masih mengantuk jadi saya tidur lagi.

Paginya sehabis mandi, saya lihat bagian depan HP saya udah retak. Oh, oke. Saya masih positive thinking dengan berkata dalam hati: 'Cuma anti goresnya saja'. Terus saat saya mau pakai HP-nya ternyata bukan anti goresnya, melainkan layar Iphone-nya. Huaaaa... Kok bisa? Katanya Iphone 7 tahan banting? Ini cuma jatuh yang mungkin ketinggiannya cuma sekitar 55 cm. Dan seketika saya jadi bad mood seharian.


Kenapa Harus Punya Iphone?
'Yaudah sih, cuma HP doang. Dunia banget!' Mungkin akan banyak yang bilang begitu. Tapi buat saya HP ini berguna banget buat kerja. As a designer, mau itu fashion designer, graphic designer, interior designer, dan designer-designer lainnya, punya HP brand Iphone itu keharusan. Karena dengan jeniusnya Steve Jobs membuat formula agar layar HP itu benar-benar mengeluarkan warna yang sama dengan aslinya. Mungkin kalau pekerjaan saya bukan as a designer saya akan pilih brand lain, karena brand lain memang lebih unggul di RAM, kamera, dan juga baterai.

Hmm, saya itu termasuk orang yang membeli karena fungsi, bukan beli karena pengen biar kelihatan keren. HP saja cuma satu. Terus rusak. Kan sedih. Huhuhu... Iphone ini biasanya menemani saya untuk mencari-cari inspirasi via dunia maya, melihat colors trend, melihat warna bahan yang dikirim dari asisten saya, dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan kerjaan. Intinya, sebagai designer, melihat warna dengan benar itu penting!

Misalnya gini, di luar sana lagi trend warna kuning mustard. Tapi karena layar HP kamu salah, kamu jadi lihat warna itu seperti kuning lemon. Bahkan sampai saat membeli bahan jadinya kamu pilih warna lemon. Nah, paham kan ya maksud saya?

Gimana sih cara biar ngecek warna itu benar? Caranya mudah! Kamu tinggal lihat warna putih di layar tersebut, terus lihat warna putih asli, misalnya tembok atau kertas. Karena biasanya warna layar HP lainnya itu akan lebih mengarah ke bluish atau yellowish

Jadi sekarang saya sedih deh layar HP-nya pecah. Dan ini ganggu banget. Huhu... Please, kalau ada info dimana tempat saya bisa ganti layar HP ini dengan aman. Karena saya ngga mau setelah ganti layar, warnanya tidak akan sama seperti semula. Walaupun ada yang merekomendasi dibawa ke ITC, tapi saya ngga berani karena ya itu tadi, takut warnanya tidak sesuai seperti warna aslinya. Atau ada yang sudah pernah ganti layar di toko resmi Apple? Biayanya berapa kira-kira?

Please share your experience here... Thank you everyone...

Wassalamu'alaikum

Wednesday, 16 August 2017

Review Make Over Intense Matte Lip Cream

Assalamu'alaikum

Hari Senin yang lalu, saya membuat janji dengan seorang teman yang sudah lama sekali tidak bertemu. Awalnya suami-suami kami mau ketemu di event GIIAS 2017 yang berlokasi di ICE BSD City. Namun berhubung sudah sore hari dan katanya sayang kalau datang sore karena waktu untuk melihat-lihat pameran mobil ini jadi terbatas, akhirnya kami memutuskan untuk membatalkan agenda kami ke GIIAS dan beralihlah kami ke AEON Mall. 

Awalnya tujuan ke AEON ini untuk menjemput Indi. Oia, jadi kami yang dimaksud di atas adalah saya, suami saya, Indi, dan juga Bang John. Setelah kami kumpul semua berempat, kami pun shalat maghrib dulu di mall ini. Setelah itu kami akan pindah ke mall berikutnya, yaitu Summarecon Mall Serpong (SMS). Katanya sih AEON Mall ini isinya agak sedikit membosankan, dan jam 9 malam para pengunjung sudah 'diusir-usirin'. Karena tau ga sih? Setiap kami berempat kumpul, sudah dipastikan tidak akan sampai mall tutup. Pasti akan lebih. Jadi pilihan yang tepat untuk bisa chit chat lebih lama adalah memilih mall yang buka sampai larut malam.

Setelah kami makan malam, acara selanjutnya adalah cuci mata keliling mall. Herannya nih ya, saya itu sudah pasti akan jadi orang yang konsumtif, apalagi dalam hal belanja kosmetik, kalau sudah ketemu Nyonya Indira Putri ini. Hahaha... Entah ada apa dengan dia. Macam tim marketingnya semua produk kosmetik itu. Setiap nyobain satu produk, pasti dia bilang 'cakep fit, cakep...'. Langsung saja saya beli itu produknya. Hahaha... Ampun deh racunnya, Indi :D

Akhirnya, saya pulang membeli satu buah lip cream dari Make Over. Dan di postingan kali ini, saya akan menceritakan pengalaman pertama saya memakai dua produk tersebut.

INTENSE MATTE LIP CREAM
Salah satu lokal brand make up favorit saya adalah Make Over. Kayanya saya baru lihat produk ini. Dan betul saja. Intense Matte Lip Cream ini merupakan salah satu produk terbaru dari Make Over. Akhir-akhir ini saya memang lebih suka lipcream dibanding jenis lipstik lainnya. Walaupun kondisi bibirnya cenderung kering, tapi karena bibir saya ini agak tebal dann pinggirnya hitam, saya tetap memilih lip cream. Karena selain jenisnya yang matte, juga coverage-nya oke banget buat menutupi bagian pinggir bibir yang hitam.


Saya pilih No. 010, LUX, dengan warna nude yang agak kemerah muda. Kalau biasanya hampir seluruh lipstik saya warna nude yang cenderung ke arah cokelat, kali ini saya pilih nude yang ke arah pink. Biar tampilan saya lebih fresh dan tidak terlihat pucat. Aplikatornya juga lembut dan cukup tebal dan kuat. Jadi kita tidak perlu khawatir saat memoleskannya ke area bibir.


Saat mencoba tester-nya, Indi bilang ke saya untuk tunggu beberapa saat karena lip cream ini juga cenderung oksidasi. Setelah menunggu beberapa detik, hasilnya agak lebih gelap tapi masih oke sih. Berhasil banget bikin muka saya tidak pucat seperti warna nude biasanya.


Harga: Rp 100.000,-
Lokasi beli: Watson Summarecon Mall Serpong

Ini dia hasil saya pakai kedua produk baru tersebut. Natural banget kan hasilnya? Karena saya mau ke kantor, jadi pilih riasan yang ringan tapi tetap fresh. So far, kedua produk ini saya suka banget. Insya Allah lipcream ini halal. Walau belum ada logo halal dari MUI, tapi saya lihat satu per satu, ingredient lipcream ini sama dengan produk halal yang warna tosca itu. Ada yang sudah pakai dua produk ini juga kah? Share juga ya di komen di bawah ini :)


Make up sudah oke, baju baru (Alhamdulillah...), tinggal berangkat ke kantor deh.

My outfit:
#kivitzlimitedscarf
Rava Top by KIVITZ

Wassalamu'alaikum

Tuesday, 8 August 2017

Fashion Tips at Sophie Paris Semanggi

Assalamu'alaikum

Weekend itu buat saya artinya berkegiatan. Di saat orang beristirahat pada saat akhir pekan, kalau saya biasanya selalu penuh kegiatan. 

Seperti hari Sabtu yang lalu, 5 Agustus 2017, saya diundang untuk mengisi sebuat talkshow santai dengan para member Sophie Paris Indonesia. Kali ini lokasinya di Sophie Paris Plaza Semanggi. Acara dimulai pukul 14.00 dan saya memutuskan berangkat dari rumah sekitar pukul 12.30 setelah menunaikan shalat Zuhur. 

Jalanan siang itu agak kurang bersahabat. Weekend yang kita kira akan sepi, eh malah macet. Setelah ditelusuri ternyata karena awal bulan. Orang-orang baru pada gajian dan pasti banyak yang jalan-jalan ke mall. Hihi... Dan akhirnya saya sampai di Plaza Semanggi pukul 14.00. Pas banget!

Peserta yang hadir ini kebanyakan para ibu rumah tangga yang merupakan member Sophie Paris. Lucu deh lihatnya. Mereka kayak punya semacam yel-yel. Diawal acara sang MC memanggil mereka, terus mereka menyaut dengan ada gerakan ala-ala lagi di catwalk. Memang butuh banget sih penyemangat begini buat para Sales. Dan memang yel-yel tersebut bikin mereka para sales itu ngga lemas-lemasan. Namanya juga mau jualan ya, ya harus semangat dong. Jadi kepikiran mau bikin yel-yel buat tim sales-nya KIVITZ. Hehehe...

Sebenarnya acaranya ngga lama. Awalnya saya berkenalan tentang diri saya, apa pekerjaan saya, dan sharing tentang marketing yang lagi trend di saat sekarang ini. Dilanjutkan dengan tutorial hijab bagi ibu-ibu member Sophie yang kelihatan sekali mereka bosan dengan style hijab segiempat yang itu-itu saja. (Notes: please jangan minta video tutorialnya sekarang ke saya ya. Masih mencari waktu untuk proses shootingnya :D). Tapi ngga kerasa, sudah 1,5 jam saya talkshow dan waktunya saya untuk pulang. Alhamdulillah dianterin lagi sama suami :)


Untuk outfitnya saya pilih styling yang sedikit sweet dari biasanya. Karena kebetulan ada sample yang mau saya coba untuk di mix and match. Rayek Top warna beige yang biasanya saya pakai sebagai atasan saja, sekarang saya pakai untuk inner. Makanya tampilan kali ini ingin yang berbeda. Saya memang penggemar longsleeve dress, tapi sesekali ingin tampil dengan mix and match juga. Jadilah look seperti ini buat isi talkshow di Sophie Paris. Coba deh sekali-kali bergaya tidak seperti biasanya tapi tetap menunjukkan style kita. Nah lho, binggung ngga?


Gimana menurut kalian dengan sleeveless dress ini? Gemes banget kan liatnya? 

My outfit:
Cala scarf (nude) by KIVITZ
Rayek Top (beige) by KIVITZ
Sleeveless Dress (SAMPLE) by KIVITZ

Wassalamu'alaikum